Wednesday, September 24, 2014

PERKEMBANGAN MANUSIA

   Perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan. Proses ini pada umumnya berlangsung seiring dengan pertumbuhan. Perkembangan bersifat kualitatif sehingga tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tinggi, besar maupun berat. Secara singkat, perkembangan manusia dapat dibedakan dalam beberapa tahap, yaitu balita, anak-anak, remaja, dan lanjut usia.
     1.     BALITA dan ANAK-ANAK
     Beberapa saat setelah kelahiran, organ pernapasan, pencernaan dan ekskresi bayi mulai berfungsi dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar kandungan. Perkembangan bayi dari lahir sampai usia 1 tahun ditandai dengan berkembangnya kemampuan tertawa, tersenyum, dan mengenal wajah. Pada umur 8 bulan, umumnya bayi mulai dapat mengeluarkan beberapa kata sederhana, misalnya papa atau mama. Selanjutnya, bayi umur 1 tahun mulai menjaga keseimbangan tubuh untuk dapat berdiri.
     Perkembangan bayi setelah umur 1 tahun hingga umur 5 tahun dinamakan balita. Saat balita, anggota tubuh masih relatif lemah. Anak dapat berjalan tanpa bantuan kira-kira umur 18 bulan. Kemampuan berbicara menggunakan kalimat-kalimat sederhana sudah dumulai ketika berumur 3 tahun. Kemampuan mengenal huruf pada umumnya dimulai pada usia 5 tahun. Masa anak-anak biasanya berlangsung hinga umur 10 atau 11 tahun. Perkembangan penting pada usia 6-10 tahun adalah kemampuan berbicara, membaca, menulis dan berargumentasi sederhana. Kemampuan ini mendukung untuk dapat bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain.



     2.     REMAJA dan DEWASA
     Masa remaja tau masa puber merupakan peralihan antara masa nak-anak dan masa dewasa. Pada masa ini terjadi pematangan dan perkembangan yang pesat pada fisik, sosial, emosional, kejiwaan dan keintelektual. 
     Perkembangan jasmani/fisik manusia ditandai dengan mulai aktifnya hormon kelamin. Hormon seks berfungsi mempercepat pertumbuhan, termasuk peningkatan berat badan. Pada awalnya anak perempuan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki karena anak perempuan lebih awal mengalami pubertas.  Akan tetapi anak laki-laki akan segera mengikuti dan melebihi pertumbuhan anak perempuan pada usia 14-15 tahun.
     Hormon seks yang mulai aktif memicu bekerjanya alat-alat reproduksi. Anak perempuan dan anak laki-laki saat itu mulai bersiap-siap menjadi perempuan dan laki-laki muda yang sudah bisa bereproduksi dan menghasilkan anak. Saat inilah terjadi perubahan fisik yang ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda kelamin primer dan kelamin sekunder.
·         Tanda-tanda Kelamin Primer
     Masa pubertas anak perempuan mulai berlangsung antara umur 10-11 tahun, dapat lebih awak atau lebih akhir. Mulai saat itu, sistem reproduksi anak perempuan aktif bekerja untuk mempersiapkan diri menjalankan fungsi reproduksi. Fungsi reproduksi perempuan meliputi menghasilkan sel kelamin betina atau ovum (sel telur), menerima sperma (sel kelamin jantan), memberikan keadaan yang cocok untuk terjadinya pembuahan, dan mampu memberi makanan bayi yang sedang berkembang, baik sebelum maupun sesudah melahirkan. Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan dinding uterus dan pelepasan sel telur dari ovarium.
     Produksi sel telur pada perempuan sebenarnya terjadi sebelum kelahiran. Pada saat fetus berumur 15 mingggi, semua bakal sel telur sudah memasuki tahap pertama meiosis, kemudian berhenti.  Jdi, ketika anak perempuan lahir, dia sudah memiliki dua ovarium yang masing-masing siap menghasilkan ribuan telur. Perkembangan dan pematangan sel telur akan dilanjutkan dan diselesaikan pada masa pubertas. Kemudian satu per satu sel telur menyelesaikan pembelahan meiosis pertama setiap bulan. Dari salah satu ovarium, setiap bulan sudah siap dilepaskan sebuah sel telur matang. Pelepasan sel telur dari ovarium disebut ovulasi.
     Proses pematangan sel telur berlangsung dalam sebuah folikel, yaitu sel pembungkus penuh cairan yang mengelilingi sel telur. Pada saat pematangan sel telur, sel-sel folikel juga berfungsi sebagai kelenjar hormon yang menghasilkan hormon kelamin, yaitu estrogen. Estrogen inilah yang berperan dalam perkembangan tanda-tanda kelamin sekunder anak perempuan. Estrogen juga berperan membangun lapisan dalam dinding uterus. Produksi estrogen oleh folikel dirangsang oleh FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinising Hormone) yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis.
     Setelah dilepaskan dari ovarium, sel telur bergerak disepanjang saluran telur/ oviduk/tuba fallopi menuju ke uterus. Uterus merupakan tempat untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dinding dalam uterus dilapisi selaput tebal yang penuh pembuluh darah sebgai persiapan untuk menerima telur yang sudah dibuahi dan memeliharanya. Jika selama 1 atau 2 hari setelah ovulasi tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mati.
     Setelah melepaskan sel telur, folikel berubah menjadi badan kuning (korpus luteum) yang akan menghasilkan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dalam uterus, menghambat kontraksi uterus supaya kehamilan dapat terjaga, dan menghambat pembuatan sebuah folikel baru. Jika tidak terjadi pembuahan sel telur, produksi hormon progesteron akan mulai menurun pada hari ke-12 sesudah ovulasi karena korpus luteum mulai berdegenerasi (rusak). Keadaan ini membuat otot uterus berkontraksi sehingga terjdi peluruhan lapisan dalam dinding uterus yang banyak mengandung pembuluh darah. Oleh karena itu, terjadi pendarahan yang keluar melauli vagina selama beberapa hari yang disebut menstruasi. Perempuan umumnya berhenti menghasilkan sel telur atau berhenti mengalami menstruasi setelah berumur 50 tahun yang disebut menopause.
     Siklus menstruasi pada seorang wanita terjadi setiap periode tertentu. Untuk tiap individu dapat berbeda-beda, yaitu berkisar antara 20-40 hari. Namun pada umumnya berlangsung tiap 28 hari.

Hari ke-
Proses yang Terjadi
1-4
Menstruasi (peluruhan telur, darah, dan dinding uterus)
5-13
Penebalan dinding uterus oleh estrogen
14
Keluarnya telur dari ovarium (ovulasi)
15-28
Proses penebalan dinding uterus terus berlangsung
1-4
Terjadi menstruasi jika telur tidak dibuahi

     Perasaan kurang nyaman biasanya dialami beberapa wanita pada hari permulaan haid. Menjelang haid, beberapa perempuan ada yang menjadi gugup, lekas marah, mudah tersinggung, atau sakit kepala. Hal itu dapat terjadi pada remaja putri saat pertama kali mengalami haid. Ada yang merasakan ketegangan seperti itu hingga dewasa. Kondisi itu terjadi karena perubahan kadar hormon kelamin dalam tubuh.
     Haid yang normal berlangsung antara 4-5 hari, mungkin sering diikuti dengan pengeluaran darah yang berlangsung beberapa hari. Tiap perempuan mengalami masa haid yang berbeda dengan perempuan lain. Ada perempuan yang mengalami haid hingga 10 hari. Agar dapat mengetahui masa haid kalian masing-masing sebaiknya catat dalam kalender haid.
     Hal penting yang harus diketahui perempuan yang sedang haid, terutama remaja, ialah menjaga kebersihan dan memilih kegiatan yang sesuai. Untuk menjaga kebersihan dilakukan dengan menggunakan pembalut wanita yang higienis. Walaupun saat haid banyak wanita yang mengalami ketegangan dan megalami ketidakseimbangan emosi, sebaiknya tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk mengurangi rasa nyeri saat haid, hendaknya melakukan kegiatan seperlunya dan harus cukup beristirahat atau meminum obat pereda nyeri haid.
     Tanda-tanda kelamin primer pada laki-laki ditunjukkan dengan aktifya sistem reproduksi. Alat-alat reproduksinya mengalami pertumbuhan dan perkembangn yang cepat. Perubahan yang dapat diamati, yaitu pertumbuhan testis, pertumbuhan penis, dan skrotum (kantong testis) menjadi berwarna lebih gelap dan lebih keriput. Testis mulai menghasilkan sel kelamin jantan (sperma). Testis menghasilkan jutaan sperma setiap hari. Kadang-kadang sperma yang sudah masak akan keluar secara tak sadar saat tidur atau mimpi basah, peristiwa ini disebut pollusi.
     Proses pembuatan sperma membutuhkan suhu 2o C lebih rendah dari pada suhu tubuh. Oleh karena itu testi berada di luar rongga tubuh dan keadaan menggantung. Selain menghasilkan sperma, testis juga menghasilkan hormon kelamin, yaitu testoteron. Testoteron ialah hormon kelamin utama yang berperan dalam pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder.

·         Tanda-tanda Kelamin Sekunder
     Datangnya masa pubertas dan kecepatan perubahan yang terjadi pada setiap anak perempuan tidak sama. Aktifnya hormon seks menandai datagnya pubertas. Horon ini menyebabakan kecepatan pertumbuhan meningkat serta meningkatnya berat badan. Beberapa perubahan tubuh yang terjadi pada anak perempuan, antara lain payudara mulai tumbuh dan berkembang, tumbuhnya rambut ketiak, aktifnya kelenjar keringat di ketiak, tumbuhnya rambut kemaluan, kelenjar minyak di kulit bekerja lebih aktif, dan terjadinya penimbunan lemak di bawah kulit sehingga menyebabkan bentuk badan perempuan lebih bulat.
     Anak laki-laki umumnya mencapai masa pubertas lebih lambat daripada anak perempuan. Akan tetapi, saat hormon kelamin mulai aktif, kecepatan pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat dari anak perempuan. Sama halnya anak perempuan, pada laki-laki yang mengalami masa pubertas juga terdapat tanda-tanda kelamin sekunder. Hal itu ditunjukkan dengan tubuh yang makin berotot, dada dan bahu menjadi bidang, tumbuhnya rambut di kemaluan, serta suara menjadi lebih besar karena berkembangnya ukuran laring (kotak suara) di leher. Perubahan lain yang terjadi di masa pubertas yaiti aktifnya kelenjar keringat di keltiak, tumbuhnya rambut di ketiak dan bagian tubuh lain, tumbuhnya rambut halu di wajah serta lebih aktifnya kelenjar minyak di kulit.
     Selain perubahan fisik, masa pubertas juga mengakibatkan perkembangan emosi ditandai dengan energi yang meledak-ledak. Akan tetapi, remaja pada masa kini canggung dalam menjalin hubungan sosial, terutama pada orang tua. Jadi, mereka lebih senang mencari perhatian dan menjalin pergaulan dengan teman sebaya.
     Perkembangan intelektual remaja ditandai dengan lebih mudah menerima pelajaran karena kecerdasan berkembanng cepat dan meningkatnya kecepatan persepsi pendangan. Kondisi ini didukung dengan meningkatnya perkembangan daya ingat serta kecepatan dan ketepatan ketrampilan motorik. Perkembangan mentalnya berubah lebih cepat dibandingkan perkembangan fisik. Seiring dengan perkembangan intelektualnya, pada diri remaja timbul keinginan untuk membentuk dunianya yang ideal dengan mengidolakan seseorang dan mencontohnya. Perkembangan fisik, jiwa, emosi, sosial, dan intelektualnya harus diiringi dengan penanaman nilai-nilai spiritual untuk mengendalikan sifat-sifat negatif.
     Setelah mencapai umur 20 tahun, tubuh mencapai pertumbuhan yang sempurna. Otot-otot berada pada puncak kekuatannya dan memasuki tahap kedewasaan. Emosi dan intelektual orang yang memasuki tahap dewasa sangat stabil dan mandiri. Pada tahap ini seseorang menjadi bersifat produktif. Selain itu, kematangan sistem reproduksi menyebabkan organ tersebut siap untuk menghasilkan suatu keturunan.

     3.     LANJUT USIA
     Masa lansia (lanjut usia) merupakan akhir dari tahap perkembangan manusia. Pada masa ini terjadi proses penuaan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan organ-organ tubuh. Proses penuaan umumnya diawali pada umur kira-kira 30 tahun. Orang yang memiliki umur 30-50 tahun berada pada masa pertengahan tua. Penurunan fungsi organ tubuh pada masa ini antara lain dengan kulit mulai keriput serta penglihatan dan pandangan mulai berkurang kepekaannya. Pada usia menjelang 50 tahun tubuh lebih cepat letih, tulang-tulang mulai agak rapuh, dan daya tahan tubuh terhadap penyakit juga berkurang.
     Usia antara 65-74 tahun dinamakan pertengahan lanjut usia. Pada masa ini sebaiknya diisi dengan kegiatan sosial, kemasyarakatan atau yang berkaitan dengan hobi atau rekreasi. Selanjutnya, orang yang berumur di atas 70 tahun disebut lanjut usia. Pada masa ini, mereka umumnya memerlukan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup.

No comments:

Post a Comment