Tuesday, September 16, 2014

HAMA DAN PENYAKIT PADA TUMBUHAN

     A.   HAMA TUMBUHAN
Hama adalah hewan yang mengganggu produksi pertanian. Ada beberapa filumdalam dunia binatang yang sebagian besar anggotanya berpotensi menjadi hama tanaman yaitu Filum Aschelminthes, Mollusca, Chordata, dan Arthropoda.

1.       Filum Aschelminthes
Anggota filum ini yang dikenal berperan sebagai hama tanaman (bersifat parasit) adalah anggota kelas nematoda. Namun tidak semua anggota nematoda bertindak sebagai hama. Beberapa contoh nematoda yang bersifat parasit adalah Meliodogyne sp, yang juga dikenal sebagai nematoda puru akar pada tanaman tomat, lombok dan tembakau; Hirrschmanieella oryzae (vBrdH) menyerang akar tanaman padi di sawah; Pratylenchus coffae menyerang tanaman kopi.

2.       Filum Mollusca
Dari filum Mollusca ini yang anggotanya berperan sebagai hama adalah dari kelas Gastropoda. Jenis Mollusca yang termasuk hama, antara lain Achatina fulica (bekicot) dan Pomacea ensularis canaliculata (keong emas). Keong emas merupakan hama yang memakan semaian padi. Hama ini dapat merusak 50-80% tanaman. Selain merusak semaian padi, hama ini juga makan tanaman jagung, jeruk, dan beberapa jenis tanaman hias.

3.       Filum Chordata
Anggota filum Chordata yang umum dijumpai sebagai hama tanaman adalah dari kelas mamalia. Namun, tidak semua anggota kelas ini bertindak sebagai hama. Jenis dari kelas mamalia yang merupakan hama tanaman antara lain, bangsa kera (Primates) babi (Ungulata) Beruang (Carnivora) serta bangsa binatang pengerat  (ordo Rodenta).


4.       Filum Arthropoda
Filum ini merupakan filum terbesar diantara filum-filum lainnya karena lebih dari 75% hewan yang kalian kenal adalah anggota dari filum ini. Anggota filum Arthropoda yang mempunyai peran penting sebagai hama tanaman adalah kelas Archnida (tungau) dan kelas Insecta (serangga). Anggota kelas Archnida yang merupakan hama antara lain Tetranychus cinnabarinus (tungau merah yang merusak daun ketela pohon); Brevipalpus obovatus (merusak daun teh); Tenuipalpus orchidarum (merusak tanaman anggrek). Adapun anggota kelas insecta yang merupakan hama adalah Leproxoria oratorius (walang sangit) merupakan hama pemakan bulir padi; Nilaparvata lugen (wereng coklat  merupakan hama utama padi di Indonesia; Brontispa longissima (kumbang pemakan janur kelapa); Tryporiza incertulas (penggerek batang padi kuning); Spodoptera litura (ulat grayak pada tembakau).

 

     









    



     B.   PENYAKIT TUMBUHAN
        Penyakit pada tanaman dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan bahkanmematikan tanaman. Penyakit tumbuhan adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh faktor lingkungan, mikroorganisme (bakteri), maupun jamur
1.       Bakteri
Masuknya bakteri ke dalam tumbuhaan dapat melalui luka kecil atau melalui stomata. Dalam tubuh tumbuhan, bakteri merusak sel-sel dan dapat menyebar ke seluruh bagian tumbuhan. Tanda-tanda tumbuhan yang terserang oleh bakteri antara lain tumbuhnya bercak-bercak lubang pada buah atau daun. Pada tumbuhan mentimun, serangan bakteri dapat menyebabkan layu yang berakibat tumbuhan mati mendadak. Contoh bakteri lain yang menyebabkan penyakit pada tanaman adalah Pseudomonas cattlayae, yaitu bakteri penyerang tanaman anggrek.



2.       Virus
Tanaman yang terserang oleh virus menunjukkan tanda berupa bercak berwarna kuning pada daunnya. Penyait dengan jenis tersebut dikenal sebagai mozaik. Jenis penyakit yang menyebabkan penyakit tersebut antara lain potapo mosaic virus (PMV) yang menyerang tanaman kentang, cucumber mosaic virus (CMV)  menyerang tanaman mentimun, dan tomato bushy strent virus (TBSV) yang menyerang tanaman tomat.
Selain menyerang daun, ada juga virus yang menyerang jaringan pengangkut pada tumbuhan. Virus citrus vein phloem degeneration (CVPD) adalah jenis virus yang menyerang pembulu tapis tanamn jeruk. Tanda-tanda berupa daun menguning dan pertumbuhan kuncup lambat. Stadium selanjutnya, daun-daun gugur sehingga tanaman kurang produktif.



3.       Jamur
Penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh jamur dapat cepat menular ketanaman lain karena spora jamur mudah disebarkan oleh angin. Beberapa macam jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman antara lain Pyricularia oryzae merupakan jamur yang menerang ruas-ruas batang dan biji padi, akibatnya produksi padi jadi berkurang; Phytophthora infestans merupakan jamur yang menyerang tanaman kentang atau tomat; Phytium debaryum merupakan jamur yang menyerang kecambah atau bibit tanaman sehingga mengalami busuk akar dan menyebabkan kecambah atau bibit tanaman rebah ke tanah.




    C.    CARA MENGENDALIKAN HAMA
        Pada dasarnya, pengendalian hama merupakan setiap usaha atau tindakan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mengusir, menghindari, dan membunuh spesies hama agar populasinya tidak mencapai jumlah yang secara ekonomi merugikan. Pengendalian ini tidak bermaksud untuk menghilangkan spesies hama sampai tuntas, melainkan hanya menekan populasinya sampai jumlah tertentu. Oleh karena itu, cara yang diterapkan untuk mengendalikan hama tanaman harus tetap dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi dan secara ekologi. Ada beberapa macam pengendalian hama, yaitu:

1.       Pengendalian mekanik mencakup usaha untuk menghilangkan secara langsung hama serangga yang menyerang tanaman. Misalnya untuk mengendalikan hama ulat pucuk daun tembakau, para petani pada pagi hari turun ke sawah untuk  mengambil dan mengumpulkan ulat yang berada di pucuk daun.

2.       Pengendalian fisik dilakukan dengan cara mengatur faktor fisik yang mempengaruhi perkembangan hama, yaitu memberi kondisi tertentu yang menyebabkan hama ukar untuk hidup. Bentuk pengendalian fisik antara lain dengan melakukan penyimpanan terhadap media/bahan tanaman di tempat kedap udara, melakukan pengolahan tanah dan pengairan. Pengolahan tanah dan pengairan dengan sistem tertentu tidak cocok dengan pola hidup hama, akan menyebabkan hama mati.

3.       Pengendalian hayati adalh pengendalian hama denga menggunakan jenis organisme hidup lain (predator, parasit, dan patogen) yang mampu menyerang hama. Organisme yang merupakan predator, parasit, dan patogen disebut juga dengan agen pengendali biologis terhadap hama.

4.       Pengendalian hama kimia dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang umum dikenal dengan pestisida. Bahan kimia sebaiknya dilakukan untuk mengendalikan hama apabila pengendalian lain tidak mampu menurunkan populasi hama yang menyerang tanaman. Pestisida ada bermacam-macam, antara lain:
·         Fungisida (pembasmi jamur)
·         Insektisida (pembasmi serangga)
·         Rodentisida (pembasmi hewan pengerat)
·         Nematisida (pembasmi nematoda)
·         Larvasida (pembasmi larva)
·         Bakterisida (pemasmi bakteri)


No comments:

Post a Comment